Kamis, 31 Maret 2016

6 Latihan Ringan Efektif Membentuk Perut Rata & Seksi

Banyak wanita tak percaya diri dengan perutnya yang ditutupi lemak dan buncit. Ini membuat penampilan tak cantik dan seksi. Nah, satu-satunya cara mendapatkan otot perut yang seksi dan rata adalah dengan olahraga. Kamu tak perlu harus pergi ke gym kok untuk mendapatkan perut rata dan seksi.
Ada beberapa latihan otot perut yang bisa dilakukan di rumah untuk membentuk otot perut, ini daftarnya.

copyright by shape.comcopyright by shape.com
1. High Knees
Gunakan ring hulahop kecil atau jika tak ada bisa diganti dengan buku atau bayangkan ada rintangan di bawah kakimu. Melompatlah setinggi dada kaki ke dalam rintangan ke kanan-kiri. Begitu seterusnya ulangi hingga 30 kali.
2. Crossovers
Selanjutnya kamu bisa mengganti latihan dengan melompat silang ke belakang, seakan kamu sedang menari salsa atau cha-cha. Lakukan dengan cepat selama 30 detik.
3. 180 Twists
Kakimu berada di dalam ring, kemudian berputarlah dengan satu kaki di luar ring. Ganti dengan kaki satunya. Ulangi gerakan beberapa kali hingga 30 detik.
4. Mountain Climbers
Mulai dengan posisi push-up, lalu tarik kaki hingga setinggi dada, lalu ke posisi semula, begitu juga sebaliknya lakukan dengan kaki satunya. Jika mungkin, bergeraklah lebih cepat dengan waktu 30 detik.  

copyright by shape.comcopyright by shape.com
5. Burpees
Mulai dengan posisi berdiri, melompat, jongkok, push up dan kembali ke pose jongkok berdiri dan melompat. Begitu seterusnya dan ulangi hingga kurang lebih 8 kali dalam 30 detik.
6. Skier Jumps
Kamu bisa berdiri dengan kaki rapat melompat ke kanan dan kiri begitu seterusnya hingga kurang lebih 30 detik.
Bukan hanya bisa membentuk otot perut, cara ini juga efektif membentuk otot kaki lebih seksi. Yuk coba sendiri di rumah. Tapi ingat ya ladies, kamu harus tetap cantik setelah olahraga di rumah ataupun di gym. Badan kencang, wajah tetap cantik ;)

6 Hal Yang Harus Disiapkan Sebelum Kelas Yoga Pertama Kali

Olahraga yoga merupakan olahraga populer yang banyak diminati, khususnya oleh kaum wanita. Yup, olahraga yang satu ini tak memerlukan alat yang berat dan mengandalkan kelenturan serta pengaturan nafas yang baik.
Melihat serangkaian manfaat yoga, tak ada salahnya mencoba olahraga ini bukan? Setelah baju yoga dan matras siap, jangan lupakan 6 hal penting ini sebelum kelas dimulai, seperti yang disarankan oleh popsugar.com.
  • Jangan Makan Sebelum Kelas Yoga

    Karena tubuh akan disiapkan untuk latihan kelenturan, tidak disarankan makan sebelum kelas yoga. Setidaknya hindari makan 1 jam sebelum kelas, atau jika kamu sangat lapar, makanlah sebuah pisang 20 menit sebelum kelas dimulai.
  • Siapkan Diri Minimal 10 Menit Sebelum Kelas Dimulai

    Datang 10 menit sebelum kelas dimulai memberikanmu waktu untuk memilih tempat yang strategis dan mempersiapkan diri lebih baik. Jangan lupa katakan pada gurumu bahwa ini adalah kelas pertamamu ya!
  • Siapkan Peralatanmu Sendiri

    Sebuah matras, tali dan blok akan membantumu mempraktekkan serangkaian gerakan untuk pemula. Siapkan peralatanmu sendiri agar tidak merepotkan peserta kelas lainnya.
  • Tidak Perlu Kaus kaki atau Sarung Tangan

    Kaus kaki atau sarung tangan mungkin ditawarkan untuk yoga pemula, tapi kamu tak perlu berinvestasi ke kedua benda ini karena inti dari yoga adalah merasakan alam menyatu pada tubuhmu secara langsung.
  • Melepaskan Ketegangan

    Mengepalkan jari-jari kaki atau rahang yang kaku sangat umum ketika kamu pertama kali menjalani kelas yoga. Lambat laun kamu akan terbiasa melepaskan ketegangan ini dari tubuhmu. Lepaskan ketakutan dan stres, maka tubuhmu akan merasakan pengalaman relaksasi yang lebih nyaman.
  • Percayakan Pada Pelatih

    Mengikuti instruksi pelatih mungkin terasa sulit pada awalnya. Tetapi percayalah pada langkah-langkah yang mereka instruksikan. Jika mengikuti kelas selama beberapa kali dan kamu tetap merasa kesulitan, tak masalah jika kamu mencari pelatih lain yang lebih cocok kok.


6 hal ini adalah hal dasar yang perlu kamu ketahui sebelum mengikuti kelas yoga untuk pertama kalinya. Diperlukan konsistensi agar tetap semangat dan mendapatkan hasil dari latihan yoga ini. Semangat, Ladies!

5 Tips & Trik Bikin Olahraga Nggak Membosankan

Terkadang orang malas olahraga karena berpikir olahraga akan jadi kegiatan yang membosankan. Tapi ketika kamu tidak mencobanya, kamu tak akan tahu seberapa serunya olahraga, apalagi jika kamu sudah terbiasa. Orang yang suka olahraga pun mungkin akan merasa bosan dan lelah jika olahraga itu-itu saja.

Nah, agar olahraga tak jadi kegiatan yang membosankan, ada 5 cara yang bisa kamu lakukan untuk membuatmu semangat lagi dan selalu merindukan saat-saat olahraga.
  • Buat Playlist lagu baru dan favorit

    Playlist lagu adalah sesuatu yang bisa dibilang wajib disiapkan, karena musik membantu banyak dalam hal meningkatkan mood dan membuatmu lebih semangat saat olahraga. Bahkan kamu akan lebih giat olahraga jika mendengar musik up beat yang kamu sukai.
  • Coba olahraga lain

    Jika kamu sudah terbiasa ikut kelas senam aerobik, coba olahraga lainnya agar tak bosan, bisa berenang, yoga, atau angkat beban. Kamu akan merasakan perbedaannya. Kamu bisa mencoba segala olahraga yang menantang dan ini akan mengembalikan semangatmu lagi.
  • Ajak teman

    Kalau olahraga sendiri memang suka malas, tapi jika kamu coba ajak teman, kamu pasti akan lebih semangat karena ada yang diajak berinteraksi. Pasti akan ada banyak hal seru yang bisa kamu lakukan jika kamu punya teman untuk diajak olahraga bareng.
  • Nge-dance sesuka hati

    Tak usah pergi nge-gym jika memang sedang malas, sebaliknya, putar musik di rumah agak keras dan bergoyanglah untuk membakar kalori. Olahraga tak selalu harus mahal dan memiliki gerakan yang teratur, kamu bisa menggerakkan badan sesuka hati di rumah.
  • Buat dirimu tertantang

    Jika sudah biasa jogging keliling komplek A atau treadmild selama 30 menit, buta dirimu tertantang dengan menambahkan jarak lari. Jika kamu angkat beban, tambahkan berat barbel dan lain sebagainya. Jika belum pernah bersepeda naik gunung, coba dengan teman-temanmu.
Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat olahraga tetap fun dan seru. Kamu hanya butuh sesuatu yang baru, yang membuatmu tertarik lagi untuk lebih giat menggerakkan badan, apa pun itu.

Manfaat Olahraga Pagi VS Malam, Mana Yang Lebih Baik?

 Banyak wanita yang bekerja pagi hari tak punya kesempatan olahraga pagi sehingga lebih memilih olahraga setelah pulang kerja seperti sore hingga malam hari. Olahraga setelah pulang kerja dianggap lebih fleksibel karena lebih bebas dan tidak terburu-buru. 

Tapi banyak artikel bilang bahwa olahraga pagi hari sebenarnya lebih baik dibanding malam hari karena kamu mendapat udara segar dan oksigen yang lebih baik saat pagi. Tapi benarkah  olahraga yang terbaik adalah pagi hari dan yang kurang baik adalah malam hari? Ini kelebihan dan kekurangannya.

Olahraga Pagi
Mereka yang olahraga pagi cenderung tidur lebih nyenyak saat malam hari. Penelitian yang dilakukan di Appalachian State University menemukan bahwa olahraga pagi adalah waktu terbaik jika kamu ingin tidur nyenyak malam hari. 

Dr. Collier dari Appalachian State University juga mengatakan bahwa semakin baik kualitas tidurmu, semakin baik kesehatanmu karena tidur yang berkualitas membantu menjaga kesehatan jantung, melancarkan peredaran darah,  menurunkan tekanan darah, kadar stres, dan menjaga berat badan. 

Olahraga Malam
Jika kamu lebih suka olahraga di atas jam 6 malam karena tak sempat olahraga pagi, kamu juga tetap mendapat manfaat yang baik untuk kesehatan. Chronobiology International  menerbitkan sebuah penemuan dari sebuah penelitian yang menganalisis jam internal biologis tubuh terhadap aktivitas olahraga.
 
Hasilnya, temperatur tubuh akan meningkat setelah olahraga, begitu juga aktivitas enzim dan fungsi otot. Dengan kata lain kamu meningkatkan metabolisme lebih baik dan membangun otot lebih baik saat olahraga sore. Bukan hanya itu, olahraga setelah pulang kerja juga membuatmu lebih berenergi dan jadi cara melepas lelah dan stres yang baik sebelum pergi tidur.

Olahraga sore hari juga memperkecil kemungkinan kram atau cedera karena tubuh sudah beraktivitas selama seharian, berbeda dengan olahraga pagi hari di mana sebelumnya tubuh tidak digunakan untuk bergerak selama tidur. 

Kesimpulannya, olahraga yang mana saja tetap baik untuk kesehatan karena kamu memberi waktu tubuhmu membakar kalori yang menumpuk dan membuat tubuhmu aktif secara fisik untuk mencegah penyakit. Keep workout and healthy ladies.

Terbukti, Olahraga Ampuh Turunkan Berat Badan Dibanding Diet

Jika kamu sedang berencana menurunkan berat badan, kamu pasti akan rajin membaca banyak artikel dan berbagai sumber sebelum memulai program penurunan berat badanmu, kan? 

Dua hal yang perlu kamu ubah dari kebiasaan harianmu adalah mengatur pola makan atau diet dan olahraga. Kedua hal ini adalah kunci utama jika kamu ingin bisa menurunkan berat badan dengan cepat. Tapi ada orang yang tak bisa menjalankan salah satu dari kedua hal ini sekaligus bersamaan. 

Butuh pembiasaan sebelum bisa menerapkan dua hal ini, terutama mengubah pola makan. Kalau begitu jangan dipaksakan ladies. Yang kamu perlukan hanya lah olahraga lebih banyak. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa olahraga ternyata punya pengaruh lebih besar dan efektif menurunkan berat badan dibanding diet makanan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise memonitor 22 wanita dan 10 pria mengenai respon hormonal, psikologis, dan behavioral terhadap aktivitas makan. Beberapa orang dibiasakan olahraga, sedangkan lainnya dibiasakan dengan aturan diet makanan yang ketat. 

Kedua kelompok sama-sama menunjukkan adanya penurunan kalori dalam asupan harian mereka, tapi ini yang membedakan dua kelompok ini. Kelompok diet makanan menunjukkan peningkatan kadar hormon lapar yang disebut ghrelin dan menurunkan kadar hormon peptida YY yang melawan lapar. Sedangkan pada kelompok olahraga tidak seperti itu.

Pada saat makan, kelompok diet ternyata makan 3 kali lipat lebih banyak dibanding kelompok olahraga. Rata-rata orang-orang dalam kelompok olahraga makan 660 kalori saat makan bersama, sedangkan kelompok diet makan lebih banyak dengan jumlah rata-rata 944 kalori. 

Dengan kata lain, kelompok diet lebih mudah lapar dan kelompok olahraga lebih bisa menahan rasa lapar mereka karena tidak ada lonjakan hormon yang membuat mereka kelaparan. Dari sinilah ditarik kesimpulan, bahwa olahraga jadi cara yang lebih efektif menurunkan berat badan dibanding diet makanan. 

Namun bukan berarti kamu tetap bisa makan banyak setelah olahraga. Menjaga pola makan itu tetap penting, namun kamu tak perlu memaksakan diri makan sayur dan buah saja atau makan makanan tanpa gula dan garam sama sekali. 

Perbanyak olahraga, makan dengan porsi lebih sedikit dari biasanya namun pastikan tetap bergizi dan tidak membuatmu kelaparan ya ladies.

Leticia, Anak Sheila Marcia yang Bikin Gemas Ayu Ting Ting

Penampilan Sheila Marcia dalam sebuah program acara di sebuah stasiun televisi rupanya mendapat pujian dari netizen. Tak hanya Sheila, sang anak pun, Leticia, mendapat pujian dari netizen saat foto bareng Ayu Ting Ting. Dalam foto itu Ayu terlihat gemas dengan bocah yang bernama lengkap Leticia Charlotte Agraciana Joseph itu.


"Mama ticia mau photo sama tante ayu cantik 💋💋," tulis Sheila sebagai keterangan foto di akun Instagramnya, Rabu (30/3/2016).


BACA JUGA
  • Eksklusif, Hari-hari Sheila Marcia Sebagai Single Parent
  • Film Cassandra Lee, Oops!! Ada Vampir Dapat Jatah 95 Layar
  • Bawakan Sountrack AADC,Melly Goeslaw dan Cakra Khan Bernostalgia
"Leticiaaa cantikkk😘😘😘," komentar akun @bunga_trisna_ayu. "ticia nggemesinnn," timpal akun @padallingan.
Selain wajahnya yang menggemaskan, mereka juga berharap Leticia menjadi artis. Mereka ada juga yang ingin foto bersama bocah yang akrab disapa Ticia itu.

"Ticia jd artis ajaa...aku fanss berat kamuu😍😍😍😍😍," tambah akun @yosieochi. "Lecticia. Semua orang suka kamu nak. anak yang cantik.somaga menjadi anak kebangaan ke dua orang tua," kata akun @bunda_rosyidah.
Kehadiran Sheila Marcia dan juga anaknya jadi pengobat rindu para penggemarnya. Mereka kembali berharap Sheila kembali ke dunia artis.

Sejak Dikecam, Zaskia Gotik Hafalkan Lambang Pancasila

Mendapat kecaman karena diduga telah melecehkan lambang negara, Zaskia Gotik mulai berbenah diri. Dia sadar selama ini tak pernah mengenyam pendidikan yang tinggi. Karenanya Zaskia mengaku sempat menghapal apa saja lambang-lambang sila dalam Pancasila.
"Memang Neng enggak sekolah tinggi, cuma lulusan SD saja. Jadi belum begitu tahu lambang-lambang, enggak tahu lambang sila 1 sampai 5. Tapi sekarang sudah hapalkan," ungkap Zaskia Gotik, di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

BACA JUGA
  • Mirip Dewa, Ustaz Ini Serukan Muslim Bernama Wisnu Ganti Nama
  • Filipina Pede Selamatkan WNI, TNI Tak Diizinkan Sergap Abu Sayyaf
  • Kabar Keluarga Awak Kapal yang Dibajak Abu Sayyaf
Atas masalah yang dihadapi, Zaskia merasa seolah paling bodoh di Indonesia. Sebab, meskipun tahu, Zaskia tidak mampu menyebutkan Pancasila secara acak. Nyatanya, hal itu juga dialami teman-temannya yang lain.
"Apakah Neng yang paling bodoh, sampai tanya ke teman-teman mereka juga lupa. Pancasila tahu. Neng enggak hapal ketika ditanya 1 sampai 5. Harus disebutkan secara urut," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Zaskia tak henti-henti meminta maaf atas perbuatannya yang dinilai telah melecehkan. Sebagai manusia, Zaskia mengaku tak pernah lepas dari kesalahan dan dosa.
"Neng tidak ada niat sama sekali untuk melecehkan. Sekarang serahkan saja sama Tuhan, jalani saja. Neng tidak hentinya meminta maaf kepada lembaga tinggi, Ketua DPR/MPR, Kapolri, Panglima TNI, bapak Presiden. Insya Allah Neng mau jadi manusia dan anak bangsa yang lebih baik," ucap Zaskia Gotik

Jadi Ibu, Cut Mini Carikan Jodoh Untuk Raditya Dika

Raditya Dika siap menggebrak dengan film terbarunya, Koala Kumal. Salah satu pemainnya adalah Cut Mini. Di film produksi Starvision ini, Cut Mini dipercaya menjadi ibu dari Raditya Dika. Ia mengaku senang bisa terlibat di film yang juga disutradari oleh Radiya Dika yang bergenre komedi percintaan tersebut.
"Peran saya di film Koala Kumal ini sebagai penyambung laranya Raditya Dika. Ceritanya saya jadi ibunya Dika,” ucap Cut Mini saat syukuran film Koala Kumal di kawasan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2016).

BACA JUGA
  • Hari Film Nasional, Raditya Dika Luncurkan Teaser Koala Kumal
  • Raditya Dika Gaet Acha Septriasa-Nino Fernandez di Koala Kumal
  • Film Terbaru Raditya Dika, Koala Kumal, Rilis Lebaran 2016
“Yang pasti saya jadi ibu yang baik hati. Yang suka jodoh-jodohinnya anaknya kalau ada cewek cakep, ya biasalah ibu-ibu banget," sambung Cut Mini.
Bagi Wanita kelahiran Jakarta, 30 Desember 1973 silam ini, karakternya di film Koala Kumal tidak terlalu menyulitkan. Selain memang filmnya bergenre komedi, Cut Mini mengatakan Koala Kumal termasuk salah satu film yang menyenangkan baginya.

"Ini karakter yang simple aja, enggak ribet. Dika juga enggak minta saya buat yang gimana-gimana, enggak cerewet-cerewet banget, enggak judes banget, ya biasa saja, senang pokoknya,” tuntas Cut Mini.
Selain Raditya Dika dan Cut Mini, Koala Kumal turut dibintang Sheryl Sheinafia, Acha Septriasa dan Nino Fernandez. Rencananya, film ini akan dirilis pada lebaran 2016 mendatang di seluruh bioskop tanah air.

BJ Habibie Tiga Kali Jenguk Reza Rahadian di Rumah Sakit

 Reza Rahadian harus dirawat di rumah sakit karena kelelahan menjalani syuting film Rudy Habibie. Kabar ini ternyata sampai juga ke telinga B.J. Habibie, tokoh yang diceritakan dalam film Rudy Habibie.
Presiden ketiga Republik Indonesia itu sampai tiga kali menjenguk Reza Rahadian. "Pak Habibie sudah tiga kali ke sini (rumah sakit)," kata Reza Rahadian saat ditemui bersama produser MD Pictures, Manoj Punjabi, di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, Kamis (31/3/2016).

BACA JUGA
  • Ambruk, Reza Rahadian Masih Sempat Sapa Penggemar
  • Reza Rahadian Kesulitan Disutradarai Hanung Bramantyo
  • Ngaku Ayah Marshanda, Irwan Yusuf Ditertawai Pelanggan Warteg
B.J. Habibie merasa perlu memberi perhatian terhadap Reza Rahadian yang tengah terkulai lemah karena terserang tipus. Apalagi, hal itu terjadi di saat Reza Rahadian tengah menyelesaikan proses syuting film Rudy Habibie.
"Pas tahu Reza sakit, dia (BJ Habibie) sudah mau langsung jenguk. Tapi karena protokoler, enggak boleh karena sudah malam, jadi besoknya jam delapan pagi dia sudah jenguk," sambung Manoj Punjabi.

Sementara itu, Reza Rahadian mengaku tak betah menjalani rawat inap di rumah sakit. "Saya sebenarnya nggak suka di rumah sakit. Tapi ini karena drop juga dan akhirnya terima saja dirawat dulu. Sekarang untuk pulihin kondisi, paling istirahat dan minum obat teratur," ujar Reza Rahadian. (Gie/fei)

[OPINI] Sinema Animasi yang Berubah, Kungfu Panda 3

Film masa kini adalah tentang 'bagaimana menyampaikan', tak lagi sekedar 'apa yang ingin disampaikan'. Demikian kata Bagus, kawan saya yang bersama anak-anaknya baru keluar dari dalam bioskop menyaksikan Kungfu Panda 3 (2016).
Ia merasa lebih dari sekedar terhibur dan senang, demikian juga kedua putrinya yang masing-masing berusia 8 dan 5 tahun. Keduanya tak henti menceritakan aksi Po dan kawan-kawan yang bagi mereka sangat lucu dan menyenangkan.

Bagus dan kedua putrinya menyenangi apa yang mereka baru saksikan, tentu saja dengan cara mereka masing-masing. Ketika kedua putrinya menangkap kelucuan demi kelucuan serta permainan warna yang menarik dari film yang mereka saksikan, maka Bagus menangkap lebih dari itu 

"Buat gue ini adalah tentang bagaimana menjadi diri sendiri lebih baik daripada berpura-pura jadi orang lain."

Demikianlah sinema animasi modern kini mengemas hiburannya. Tak lagi menjadi sekedar kisah yang bisa dinikmati oleh anak-anak seperti yang kita lihat di masa lalu. 

Sinema animasi modern telah berubah. Bagi para pembuatnya, animasi hanyalah cara untuk menyampaikan gagasan besar yang dimiliki. Animasi bukan lagi medium kekanak-kanakan yang lalu menjadi basi saat dinikmati oleh mereka yang penonton dewasa.

"Mungkin serupa dengan keadaan kisah-kisah superhero yang dulu praktis konsumsi anak-anak atau remaja, kini telah menjadi jauh lebih dewasa," ujar Bagus sembari menyebut karakter-karakter seperti Batman, Superman, Deadpool sampai Spiderman. 

Ia tak sepenuhnya salah, tapi pada medium komik revolusi, itu telah terjadi jauh lebih lama lagi. Telah sejak lama novel grafis di Barat sana mengenal istilah kategorisasi usia, karena ia tak lagi diperuntukkan bagi anak-anak belaka, tapi juga pembaca dewasa.

Karya grafis masa kini memang tak lagi melulu jadi medium hiburan bagi anak-anak. Kita melihat bagaimana sejak Tim Burton menelurkan Batman (1989), si manusia kelelawar tak lagi menjadi idola anak-anak. Si manusia kelelawar sejak saat itu menjadi lebih digali wilayah psikologisnya, sosok muram yang kesepian dan susah tidur akibat trauma masa kanak-kanak.
BACA JUGA
  • [OPINI] Kekuatan Video dalam Kampanye Pemasaran
  • [OPINI] Korelasi Gerhana Matahari dan Pertanda Bencana
  • [OPINI] Mata Air dan Air Mata Seleb Endorser

Sejak awal kemunculannya di tahun 2008 pada Kungfu Panda, karakter Po memang diberikan beban yang sebenarnya tidak ringan. Ia tak hanya "diminta" menghibur para anak-anak dan orang tua mereka, tapi juga memberi pesan yang sederhana namun kena pada mereka. 

Sosok Po yang bundar khas binatang Panda, adalah mainan pas untuk gambaran sosok yang terlalu jauh dari sempurna untuk menjadi seorang ahli kungfu.

Makhluk yang sejatinya doyan tidur, pemalas, dan rajin makan ini tidaklah memiliki karakter sekuat harimau, kera, atau bahkan jangkrik sekalipun untuk menjadi seorang ahli kungfu. Lalu Disney dengan kemampuan mengemasnya yang luar biasa, mampu bertutur layaknya para motivator yang rajin berdiri di depan kelas.

Po adalah representasi banyak dari kita yang memang tak pernah sempurna. Seperti kebanyakan kita, pada awalnya ia pun coba jadi "orang lain" demi mencapai cita-citanya sebagai pendekar utama perguruan kungfu Master Ogwai. Nyatanya ia salah—sama seperti kita—karena menjadi seorang yang sukses pada suatu bidang tak harus membuat kita jadi mengubah siapa diri kita sebenarnya.

Disney kini telah memiliki Pixar sepenuhnya, dan seperti semangat yang diusung oleh Pixar saat melakukan debut luar biasa mereka lewat Toy Story (1995), karya-karya mereka tak lagi sekedar menghibur dan menyenangkan, tapi juga berisi.

Saya berani bertaruh bahwa banyak orang berpendapat naskah dari Zootopia (2016) jauh lebih menarik dan rumit ketimbang The Revenant (2016) nya Alejandro Gonzales Innaritu, yang lebih meledak di pasar dan dijagokan di Oscar 2016 lalu. Kisah fabel sebuah peradaban modern para hewan itu tak hanya cerdas cara bertutur dan menyenangkan sebagai sebuah hiburan, ia juga dibekali dengan plot yang luar biasa.

Siapa sangka bahwa rangkaian hewan hilang di dunia Zootopia nyatanya merujuk pada kisah tentang perbedaan yang dalam kehidupan nyata, bahkan banyak bangsa maju di barat sana sekalipun, masih kesulitan merumuskannya.
Prasangka stereotype pada suatu etnis diterjemahkan menjadi prasangka stereotype pada hewan tertentu sekaligus klasifikasinya. Seekor kelinci yang tak mungkin menjadi polisi karena pihak keamanan haruslah berasal dari ras pemangsa dan tangguh seperti harimau, badak, banteng, singa dan lain-lain. Atau rubah yang tak mungkin direkrut menjadi aparat keamanan karena mereka datang dari ras yang tak bisa dipercaya.

Sinema animasi kini tak lagi melulu cemen seperti masa lalu, saat Donald Duck yang terus menerus mengalami kesialan dan jatuh ke jurang. Tom yang terus menerus gagal memburu Jerry walau ia jelas lebih superior secara fisik dan kecepatan. 

Sinema modern bertransformasi dengan zamannya. Kita menjadi lebih dekat padanya. Situasi yang digambarkan oleh segala kisah animasi—yang dulu hanya dinikmati oleh anak-anak yang semakin hari semakin ramai di layar bioskop-kini menjadi lebih dekat.

Tom yang tak pernah mati walau terus menerus dihantam martil kiriman akal cerdik Jerry atau Goofy yang rutin tertimpa rumah, kini semakin sulit ditemukan. Cerita anak-anak modern masa kini telah berkisah tentang masa depan yang sunyi (Wall-E, 2008), emosi yang membentuk kita (Inside Out, 2015), atau bahkan idola tertinggi pun tak juga sempurna (Up, 2009)

Menyaksikan itu semua anak-anak memang belum tentu mampu menangkap konten yang disampaikan. Abigail Maryam, putri saya yang berusia 8 tahun dan mulai lancar berbahasa Inggris pun, belum sedalam itu menangkap pesan Zootopia misalnya. Ia tertawa menyaksikan kelucuan dan aneka warna yang dipamerkan serta teknologinya yang semakin sempurna mendekati bentuk nyata. 

Ia memang tak memahami apa yang saya ataupun para orang dewasa lainnya pahami saat menyaksikan Inside Out misalnya. Tapi sinema animasi masa kini—atau yang dulu kita sebut Film Kartun—telah menghibur para anak dengan tawa mereka di satu sisi, sekaligus membuat orang dewasa seperti kita terhenyak dan memahami bahwa kehidupan sungguh besar dalam sinema.

Kawan saya, Bagus, memahami hal yang sama dengan saya. Ia tak lagi melulu tertawa seperti jika kami menyalakan saluran televisi kabel dan melihat Donald Duck yang dikejar ikan hiu. Selepas Kungfu Panda 3, kami seperti mendapatkan energi baru untuk berpikir lebih luas dan merasa bahwa kami tidak sendirian untuk coba jadi diri kami sendiri tanpa perlu berubah jadi orang lain, hanya untuk bisa disebut sukses oleh lingkungan.

Saat keluar dari bioskop setelah menyaksikan franchise binatang khas bangsa China ini, saya sempat berpikir, andaikan mendiang penulis besar Pramoedya Ananta Toer sempat menyaksikan film ini, mungkin ia akan menerima tawaran transformasi tetraloginya menjadi karya komik. Saat itu ia menolak dengan alasan yang sangat tegas namun sebenarnya tak relevan pada zamannya, "Karya saya bukan untuk anak-anak!" tegas dia.